choose with heart then with your mind

ReviewPertimbangan untuk yang mau beli GensetJul 12, '08 8:18 AM
for everyone
Category:Other
Genset Terus Diserbu untuk Kebutuhan Rumah Tangga

"CARI genset, Pak?” Pertanyaan gencar itu berulang kali terdengar di setiap lorong toko pedagang alat alternatif pembangkit tenaga listrik di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (19/8). Genset atau generator tiba-tiba saja ”naik daun” akibat aliran listrik yang mati se-Jawa dan Bali, Kamis.

Genset terus diserbu konsumen. Dalam sehari, 100-300 genset laris terjual. Kini, genset tampaknya menjadi ”jantung” kebutuhan mendesak bagi rumah tangga dan perkantoran.

Maraknya perdagangan genset, antara lain, juga terlihat di pusat perdagangan Blok A dan Pasar Kenari. Apalagi, sistem kelistrikan Jawa-Bali dikabarkan masih riskan untuk beberapa tahun mendatang.

Hampir sepanjang hari kemarin, konsumen menyerbu dari toko ke toko lain. Sebelum terjadi tawar-menawar harga, konsumen satu sama lain bercerita mengenai kerugian yang mereka alami. Segala aktivitas terhenti. Bayangkan, ada listrik sebagian daerah di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta yang baru menyala pada pukul 19.00. Tak sedikit pula warga yang marah karena listrik baru menyala pukul 22.00.

Bagi Ridwan Afandi Tandoko, pemilik toko Angkasa Teknik di Lindeteves Trade Center, peristiwa padamnya aliran listrik menjadi rezeki tersendiri. Dulu, orang-orang sepertinya melecehkan genset dengan bahan bakar bensin atau solar ini. ”Tuhan memang sudah mengatur rezeki untuk kami,” kata Ridwan.

Harga genset yang sangat kompetitif membuat konsumen cenderung memilih genset buatan China. Apalagi, perbedaan harga genset dari negeri Tirai Bambu itu bisa mencapai 50 persennya.

Ridwan mengatakan, permintaan konsumen memang bermacam-macam. Ada yang mementingkan kualitas, ada juga yang membeli cuma sebatas kemampuan keuangannya.

Sewaktu aliran listrik padam pada Kamis lalu, Ridwan berhasil menjual 40 genset. Begitu mendesaknya kebutuhan genset membuat konsumen rela membawa sendiri genset itu, tanpa perlu diantar.

”Konsumen cenderung memilih genset dengan kapasitas 2.000-5.000 watt. Ramainya genset bukan cuma akibat pemadaman listrik, tetapi juga sewaktu banjir melanda Jakarta,” katanya.

Harga genset merek Yamaha Jepang kapasitas 650 watt-5.000 watt seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 43 juta per unit. Genset Mitsubishi (2.000 watt) mencapai Rp 5,1 juta dan Honda (2.000 watt) seharga Rp 4,5 juta. Sedangkan, genset bikinan China, seperti Daimaru, Motoya, dan Sogo, lebih murah dibandingkan dengan genset Jepang.

Ajam, pemilik toko Orient Teknik di Glodok Jaya, mengaku telah menjual 100-300 genset dalam sehari. Biasanya, ia hanya bisa menjual di bawah 10 unit. Penjualan sebanyak itu dari dua toko miliknya. Maraknya permintaan genset menyebabkan toko buka hingga pukul 20.00.

Umumnya, konsumen mengkhawatirkan adanya aliran listrik yang mati secara mendadak, terutama pada jam sibuk. Krisis energi dinilai semakin menjadi- jadi, mengingat padamnya aliran listrik selama berjam-jam sudah terjadi beberapa kali.

Jon, warga Cikarang, yang hendak membeli genset, menuturkan, aliran listrik di daerah rumahnya padam sejak pukul 10.30 hingga pukul 21.00. Semua aktivitas rumah tangga berhenti total. ”Terus terang, genset kapasitas 2.000 watt ini cuma sebagai back up kalau listrik mati lagi,” kata Jon, yang mengaku baru saja memiliki bayi.

Dengan nada kesal, Iwan, teknisi kantor pengacara di Taman Ratu, Jakarta Barat, yang sedang memilih genset kapasitas besar untuk mengaktifkan tujuh komputer di kantornya, menuturkan, ”Repot banget, kalau listrik mati! Sebetulnya apa sih yang dilakukan pemerintah?” katanya. (OSA)

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0508/20/ekonomi/1985938.htm

Ass.wr.wb.
postingan diatas adalah artikel dari kompas.com. Kali ini Adit ingin berbagi info untuk teman2 di pulau jawa yang terancam gangguan listrik (byarpet istilahnya klo di borneo), kenapa? karena di Kaltim sendiri gangguan seperti ini (byarpet) telah terjadi sejak beberapa tahun belakangan...

(sewaktu pawai 17 agustus dua tahun yang lalu Teman2 buat atribut di kendaraan pawai dengan tema P.L.N. = Perusahaan Lilin Negara)

Tapi sebelumnya Adit pingin kasih sugesti dulu, seperti yang terdengar di berita tivi/koran internet dsb, tersirat banyak sekali kekecewaan dari saudara2 ana/saya di jawa, gak biasa kali ya padam bergilir listriknya,, (dulu sewaktu tinggal dijakarta juga ngerasaain enaknya listrik yang tercukupi, kecuali ada badai dengan petir yang menyambar baru padam listriknya) di Borneo sini kami (seperti yang disebutkan diatas), sudah mengalami byarpet sejak beberapa tahun belakangan, namun semuanya masih bisa berjalan dengan lancar, tidak terlalu berlebihan menaggapinya. Di sini!! teman Adit sekalian, ketika beberapa waktu yang lalu disampaikan kenaikan harga Elpiji, seharusnya beritanya lebih heboh daripada di Jawa. Mungkin disana harganya sesuai harga kenaikan dari pemerintah, klo disini hampir Seratus ribu-an!!!!! padahal langka juga tidak terlalu............... belum lagi biaya hidup yang mahal, mau sarapan paling tidak punya uang ceban (10 ribu) baru cukup, di Jawa pasti lebih murah.... ^_^ (Adit dulu sarapan di Jakarta cukup pake uang gopek...)

Jadi sudah seharusnya kita membuka pikiran (open minded person!!!)
masih ingat teori JEMPOL -nya Aa Gym:
"klo jempol kita terjepit, jangan dilihat jempolnya tapi lihat teman2nya, Syukur Alhamdulillah kelingkingnya masih utuh, Syukur Alhamdulillah jari manis masih enak dilihat dengan cincinnya (klo udah nikah!), Syukur Alhamdulillah jari tengah masih sehat wal afiat, Syukur Alhamdulillah jari telunjuk masih bisa dipake Shalat.."

itu sugestinya...
Sekarang Tipsnya
1. buka pikiran ya ( open mind)

2. Pilih sesuatu jangan tanggung (antara genset 500 watt atau 5000 watt)
Adit saranin pilih saja yang besar wattnya! karena biasanya mesinnya 4tak (irit BBM) dan jangan coba2 gunakan yang kecil wattnya buat komputer atau laptop bisa/pasti rusak nanti (pengalaman disini!!!!)

3. Merk tidak terlalu menentukan: karena hampir semua barang dibuat di cina termasuk laptop, suku cadang motor/mobil. contoh laptop ana/saya merk Axioo seperti halnya merk yang lain Byon, Aceer dll, di buat di cina (kecuali Toshiba dan merk Ber "merk" lainnya) (kenapa Cina? karena biaya produksi disana lebih murah disana, dengan SDM yang melimpah memungkinkan hal tersebut)

4. Sedia budget 2.5-3 juta rupiah tuk beli Genset (klo menurut Postingan Kompas diatas ada yang Merk Yamaha dengan harga yang 2.5 juta rupiah, jangan ragu untuk dibeli, daripada merk yang gak jelas dibeli(Yamata misalnya)itu juga klo ketemu dipasaran. Tapi ingat ya pesan Adit: "watt-nya jangan kecil, 3000 watt lah minimalnya"

5. Jangan lupa untuk berbagi dengan tetangga. paling tidak kiri - kanan kita. Kompensasi ya, dari berisiknya genset kita (seperti BLT saja) Ikhlas saja, Niatkan untuk beramal Ibadah karena Allah semata. Tetangga tenang, kitanya Tenang...Hip-hip hureeeee......

Semoga bermanfaat........

Salam...

Wass.wr.wb.

Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help